Ronaldo Bisa Terima Hukuman Lebih Berat dari Simeone

Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo, telah resmi didakwa Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) karena melakukan tindakan tidak senonoh. Menurut laporan yang diwartakan Calcio Mercato, Cristiano Ronaldo bisa saja menerima hukuman yang lebih berat dari apa yang menimpa Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, atas tindakan serupa.

Selebrasi yang dilakukan Cristiano Ronaldo dengan memegang kemaluannya saat Juventus mengalahkan Atletico Madrid di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 sejatinya adalah sebuah peniruan. Sebelumnya, pada laga leg pertama, Simeone melakukan selebrasi tersebut dan dianggap UEFA sebagai tindakan yang tidak pantas.

Simeone

pun didakwa oleh UEFA karena melanggar Pasal 11, Paragraf 2 mengenai Regulasi Kedisiplinan. Akibatnya,

Simeone

harus membayar denda sebesar 20 ribu euro atau sekira Rp322 juta. Meski Cristiano Ronaldo melakukan hal yang sama, namun UEFA memandang aksi serupa yang dilakukan CR7 adalah sebuah kesengajaan untuk meledek Simeone dan Atletico.

Selain itu, Cristiano Ronaldo juga dianggap tidak menghormati peraturan UEFA. Karena telah melihat Simeone tidak dihukum berat dan hanya membayar denda, maka Cristiano Ronaldo disebut tidak ragu untuk mengulangi selebrasi tidak senonoh tersebut. Tak ayal, CR7 pun disinyalir bakal menerima hukuman yang lebih berat.

Apa yang dilakukan Cristiano Ronaldo disebut telah mendiskreditkan UEFA dan Dunia sepakbola. Peraih trofi Ballon d’Or lima kali itu pun kini terancam mendapat hukuman larangan bertanding di laga Liga Champions berikutnya. Adapun putusan UEFA terkait aksi Cristiano Ronaldo tersebut bakal diumumkan pada 21 Maret 2019. Gimana nasib Juventus kalau Cristiano Ronaldo dihukum tidak dapat tampil di Liga Champions.

Juventus Vs Atletico, Chiellini Masih Optimistis Timnya Lolos

Bek Juventus, Giorgio Chiellini masih yakin timnya akan lolos ke perempat final Liga Champions. Juventus akan menghadapi Atletico Madrid pada leg kedua 16 besar Liga Champions di Stadion Allianz. Juventus tertinggal agregat 0-2 setelah kalah pada leg pertama, Februari lalu. “Kami sangat antusias dan bersemangat. Kami tidak ingin mendengar kata gagal. Kami tentu ingin maju, tetapi kami harus mengambil langkah demi langkah,” kata Chiellini jelang laga.

Bagi Chiellini, tekanan yang dihadapi timnya sebenarnya sama saja dengan Atletico. “Ini tidak berbeda dengan Atletico. Mereka adalah tim yang sangat solid. Kami harus menginginkannya lebih daripada mereka besok jika kami ingin menang. Itu tidak akan mudah, tetapi tidak ada permainan mudah ketika Anda bermain di level ini,” ucap Chiellini.

Laga melawan Atletico menjadi penampilan ke-500 Chiellini bersama Juventus. Ia pun berharap laga tersebut bisa menjadi momen berkesan baginya, seperti ketika Juventus menyingkirkan Barcelona di musim 2016-2017.

Bagi Chiellini, laga saat Juventus menyingkirkan Barcelona dua tahun lalu menjadi salah satu momen yang berkesan buatnya. “Pertandingan favorit saya adalah ketika kami berhasil menahan imbang 0-0 Barca di Camp Nou karena tidak mudah untuk menjaga clean sheet melawan Barcelona,” kenang mantan bek timnas Italia itu.