Conte Selangkah Menuju Inter Milan

Inter Milan diberitakan akan menunjuk Antonio Conte sebagai juru taktik mereka per musim depan. Seperti diberitakan Calciomercato, Rabu (10/4/2019), presiden Inter Steven Zhang dan direktur umum Inter Milan Giuseppe Marotta sudah sepakat akan memakai jasanya selama tiga tahun kedepan.

Bersama Inter, Conte akan mendapatkan gaji yang fantastis. Pria 49 tahun itu akan menerima 10 juta euro atau sekira Rp159,5 miliar per tahun. Nominal tersebut memang sangat besar dan tentunya akan sebanding dengan kinerja dari raihan Conte selama ini.

Setelah menjuarai Liga Italia 2009-2010, Nerazzurri –julukan Inter– sudah tidak pernah lagi mendapatkan tropi major. Pencapaian terbaik Inter hanya finis di posisi dua Liga Italia 2010-2011.

Karena itu, pelatih sekaliber Conte akan di tunjuk untuk menggantikan Luciano Spalletti. Conte sendiri bukanlah pelatih sembarangan. Ia sempat membangunkan Juventus dan membuatnya berjaya hingga sekarang.

Ketika ditunjuk sebagai pelatih Juventus pada 2011-2012, Bianconeri –julukan Juventus– absen menjadi yang terbaik di Liga Italia sejak 2002-2003. Akan tetapi sejak di asuk Conte, Juventus berhasil mendapatkan tropi Liga Italia tiga kali berturut-turut.

PSG Diminta Bajak Toni Kroos dari Real Madrid

Thiago Motta sudah memberikan kunci bagi PSG untuk merekrut Toni Kross dari Real Madrid. Sebab, Motta menganggap pemain asal jerman ini yang selama ini menjadi kunci Real Madrid dan bakal membawa PSG meraih sukses.

Kroos pindah ke Madrid pada tahun 2014 lalu. Sejak saat itu Kross menjadi pemain utama Madrid. Mantan pemain munchen ini menjadi ruh di lini tengah Madrid, terutama dalam meraih tiga gelar Liga Champions beruntun.

Kross merupakan pemain yang mampu menjaga ritme permainan dan lewat umpan-umpan akuratnya. Karena alasan tersebut, Motta meminta PSG untuk membawanya ke Parc des Princes pada musim depan.

“Saya sebenarnya ingin melihat Kross bermain di PSG. Kroos juga bermain di posisi yang lebih ke depan. saya pikir dia cocok bermain di PSG,” kata Motta.

“Dia salah satu pemain yang saya kagumi” tegas pemain asal Italia.

Motta sendiri sudah tidak bermain lagi dimusim depan. Mantan pemain Inter Milan tersebut, akan beralih profesi. Motta memutuskan pensiun di musim 2017-18 dan sekarang melatih tim PSG U-19.

Motta juga beranggapan Kross merupakan pemain yang dapat menggantikan posisinya. “Kroos bisa bermain pada tiga posisi di lini tengah dan khususnya di depan pemain bertahan [posisi bermain Motta],” paparnya.

Motta mengakhiri karirnya dengan catatan indah yaitu juara bersama dengan PSG. Pria berusia 35 tahun, sudah memberikan 5 gelar Liga Perancis dan menjadi saksi penting dalam revolusi PSG.