Italia di Kompetisi Eropa Kini di Pundak Napoli

Terbuang nya Juventus dari Liga Champions membuat klub Italia ini tinggal menyisakan Napoli di kompetisi Eropa. Napoli pun diminta tampil habis-habisan melawan Arsenal nanti nya.

Melangkah Juventus di Liga Champions musim ini terhenti di perempatfinal mungkin musim ini adalah bukan musim mereka untuk masuk ke Liga Champions. Bianconeri terdepak setelah kalah 1-2 dari Ajax di babak kedua perempatfinal, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB, dan tersingkir dengan agregat 2-3.

Dengan kekalahan Juventus, harapan Italia untuk meraih kesuksesan di kompetisi Eropa kini tinggal bergantung kepada Napoli. Namun Napoli pun menghadapi tantangan berat yang tak kalah berat di Liga Europa.

Napoli akan gantian menerima kedatangan Arsenal pada pertandingan babak kedua di San Paolo, Jumat (19/4/2019) dini hari WIB. Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, meminta timnya untuk tampil lebih maksimal dan habis-habisan demi tiket ke semifinal nanti nya.

Selain Keberanian, kecerdasan, dan hati,” ujar Carlo Ancelotti soal apa yang dibutuhkan Napoli untuk membalikkan keadaan.

Saya melihat sedikit keberanian di laga pertama, khususnya di babak pertama. Kecerdasan, kami mengambil terlalu banyak risiko, tapi memang harus.

Besok kami harus bermain dengan sepenuh hati dan dengan intensitas. Kami punya peluang luar biasa yang harus kami rebut dengan sikap mental positif dan sportifitas.

Conte Selangkah Menuju Inter Milan

Inter Milan diberitakan akan menunjuk Antonio Conte sebagai juru taktik mereka per musim depan. Seperti diberitakan Calciomercato, Rabu (10/4/2019), presiden Inter Steven Zhang dan direktur umum Inter Milan Giuseppe Marotta sudah sepakat akan memakai jasanya selama tiga tahun kedepan.

Bersama Inter, Conte akan mendapatkan gaji yang fantastis. Pria 49 tahun itu akan menerima 10 juta euro atau sekira Rp159,5 miliar per tahun. Nominal tersebut memang sangat besar dan tentunya akan sebanding dengan kinerja dari raihan Conte selama ini.

Setelah menjuarai Liga Italia 2009-2010, Nerazzurri –julukan Inter– sudah tidak pernah lagi mendapatkan tropi major. Pencapaian terbaik Inter hanya finis di posisi dua Liga Italia 2010-2011.

Karena itu, pelatih sekaliber Conte akan di tunjuk untuk menggantikan Luciano Spalletti. Conte sendiri bukanlah pelatih sembarangan. Ia sempat membangunkan Juventus dan membuatnya berjaya hingga sekarang.

Ketika ditunjuk sebagai pelatih Juventus pada 2011-2012, Bianconeri –julukan Juventus– absen menjadi yang terbaik di Liga Italia sejak 2002-2003. Akan tetapi sejak di asuk Conte, Juventus berhasil mendapatkan tropi Liga Italia tiga kali berturut-turut.

Ronaldo Bisa Terima Hukuman Lebih Berat dari Simeone

Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo, telah resmi didakwa Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) karena melakukan tindakan tidak senonoh. Menurut laporan yang diwartakan Calcio Mercato, Cristiano Ronaldo bisa saja menerima hukuman yang lebih berat dari apa yang menimpa Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, atas tindakan serupa.

Selebrasi yang dilakukan Cristiano Ronaldo dengan memegang kemaluannya saat Juventus mengalahkan Atletico Madrid di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 sejatinya adalah sebuah peniruan. Sebelumnya, pada laga leg pertama, Simeone melakukan selebrasi tersebut dan dianggap UEFA sebagai tindakan yang tidak pantas.

Simeone

pun didakwa oleh UEFA karena melanggar Pasal 11, Paragraf 2 mengenai Regulasi Kedisiplinan. Akibatnya,

Simeone

harus membayar denda sebesar 20 ribu euro atau sekira Rp322 juta. Meski Cristiano Ronaldo melakukan hal yang sama, namun UEFA memandang aksi serupa yang dilakukan CR7 adalah sebuah kesengajaan untuk meledek Simeone dan Atletico.

Selain itu, Cristiano Ronaldo juga dianggap tidak menghormati peraturan UEFA. Karena telah melihat Simeone tidak dihukum berat dan hanya membayar denda, maka Cristiano Ronaldo disebut tidak ragu untuk mengulangi selebrasi tidak senonoh tersebut. Tak ayal, CR7 pun disinyalir bakal menerima hukuman yang lebih berat.

Apa yang dilakukan Cristiano Ronaldo disebut telah mendiskreditkan UEFA dan Dunia sepakbola. Peraih trofi Ballon d’Or lima kali itu pun kini terancam mendapat hukuman larangan bertanding di laga Liga Champions berikutnya. Adapun putusan UEFA terkait aksi Cristiano Ronaldo tersebut bakal diumumkan pada 21 Maret 2019. Gimana nasib Juventus kalau Cristiano Ronaldo dihukum tidak dapat tampil di Liga Champions.

Juventus Vs Atletico, Chiellini Masih Optimistis Timnya Lolos

Bek Juventus, Giorgio Chiellini masih yakin timnya akan lolos ke perempat final Liga Champions. Juventus akan menghadapi Atletico Madrid pada leg kedua 16 besar Liga Champions di Stadion Allianz. Juventus tertinggal agregat 0-2 setelah kalah pada leg pertama, Februari lalu. “Kami sangat antusias dan bersemangat. Kami tidak ingin mendengar kata gagal. Kami tentu ingin maju, tetapi kami harus mengambil langkah demi langkah,” kata Chiellini jelang laga.

Bagi Chiellini, tekanan yang dihadapi timnya sebenarnya sama saja dengan Atletico. “Ini tidak berbeda dengan Atletico. Mereka adalah tim yang sangat solid. Kami harus menginginkannya lebih daripada mereka besok jika kami ingin menang. Itu tidak akan mudah, tetapi tidak ada permainan mudah ketika Anda bermain di level ini,” ucap Chiellini.

Laga melawan Atletico menjadi penampilan ke-500 Chiellini bersama Juventus. Ia pun berharap laga tersebut bisa menjadi momen berkesan baginya, seperti ketika Juventus menyingkirkan Barcelona di musim 2016-2017.

Bagi Chiellini, laga saat Juventus menyingkirkan Barcelona dua tahun lalu menjadi salah satu momen yang berkesan buatnya. “Pertandingan favorit saya adalah ketika kami berhasil menahan imbang 0-0 Barca di Camp Nou karena tidak mudah untuk menjaga clean sheet melawan Barcelona,” kenang mantan bek timnas Italia itu.